Cimahi – Pohon anggur merambat di pot, ram kawat, dan tiang besi di Gang Neglasari RT 02 RW 02, Kelurahan Cimahi, Kecamatan Cimahi Tengah. Warga menyulap kawasan padat penduduk dengan lahan terbatas ini menjadi kampung anggur yang asri dan estetik.
Lorong Hijau yang Memikat Mata
Hanya pejalan kaki atau pengendara sepeda motor yang bisa melewati gang sempit itu. Saat memasuki kampung, lorong anggur langsung menyambut pandangan. Tanaman Vitis vinifera L tumbuh merambat, membentuk lorong hijau di sepanjang jalan.
Baca Juga : Marbella: Surga Pantai Mewah di Selatan Spanyol
Warga tak hanya menanam anggur, mereka juga menghias dinding rumah dengan mural warna-warni. Menariknya, semua lukisan itu dibuat sendiri oleh warga.
Sejak 2022, warga rutin merawat tanaman anggur. Meskipun buahnya manis dan menyegarkan, proses perawatannya cukup menantang.
Hama Jadi Tantangan, Perawatan Tak Bisa Asal
Menurut Zulkifli, hama menjadi musuh utama tanaman anggur. Petani juga harus melakukan pemupukan dengan cara yang benar. Perawatan daun dan pengaturan rambatan pun memegang peran penting.
“Pupuk vegetatif dulu, baru generatif. Untuk hama, penyemprotan bisa pakai obat dari toko. Makanya tanaman harus sering dicek,” jelasnya.
Panen Anggur Perlu Teknik Khusus
Saat panen, petani menggunakan teknik pruning atau pemangkasan agar tanaman bisa terus berbuah. Petani memberi waktu istirahat tiga bulan untuk tanaman setiap tahun.
“Kita sengaja istirahatkan pohonnya supaya tetap segar.Kita jangan terus-menerus mengeksploitasi tanaman, agar tidak mati,” ujarnya.
Ramai Didatangi Pembeli dan Pengunjung
Kini, bentangan anggur di gang itu sudah mencapai 100 meter. Tak hanya di satu titik, warga mulai menanam anggur di area lain karena melihat keberhasilan lokasi awal.
Tak heran, kampung anggur ini ramai dikunjungi. Mulai dari warga sekitar, pengunjung dari Bandung, hingga instansi pemerintah datang untuk belajar atau sekadar berbelanja.
“Banyak yang datang, dari Pemkot Cimahi, orang Bandung, sampai beli langsung buahnya. Jadi panennya enggak pernah dihitung,” kata Zulkifli.
Hasil Panen Tembus Luar Jawa
Baca Juga : Cimahi Bangun Peradaban Qurani Lewat Pembekalan Guru Ngaji
Anggur hasil panen bahkan sudah dikirim ke luar Pulau Jawa, seperti Gorontalo dan Makassar. Harga jualnya tergantung jenis, tetapi rata-rata mencapai Rp100 ribu per kilogram.
“Semua pihak sepakat menetapkan harga Rp100 ribu per kilogram untuk semua jenis, karena pembeli memetik langsung dari kebun. Jenisnya banyak, seperti jupiter, akademik, ninel, gozV, dan lainnya,” jelasnya.
Jual Bibit Lengkap dengan Garansi
Selain buah, KWT Rosela kini menjual bibit anggur dengan garansi. Jika bibit mati, pembeli bisa mendapat pengganti.
“Bibit jupiter paling murah, Rp150 ribu. Kita kasih garansi. Kalau beli online, buahnya bisa asam, enggak tahu dari mana. Di sini jelas,” ujar Zulkifli.



