Cimahi – Wilayah Bandung Raya tengah menjadi sorotan para ahli kebencanaan menyusul adanya potensi gempa dari Sesar Lembang, sesar aktif yang membentang dari Padalarang hingga Jatinangor. Kajian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, bila sesar ini melepaskan energinya, dampak guncangan bisa cukup signifikan bagi jutaan warga di kawasan Bandung Raya.
Sesar Aktif di Punggungan Bandung
Sesar Lembang memiliki panjang sekitar 29 kilometer dengan pergerakan relatif aktif. BMKG mencatat, sesar ini termasuk kategori sesar geser (strike-slip fault) yang mampu memicu gempa dengan magnitudo mencapai 6,5 hingga 7 skala magnitudo (M).
“Dengan kepadatan penduduk yang tinggi di Bandung Raya, potensi dampaknya tentu harus diantisipasi sejak dini,” ujar seorang peneliti geologi ITB.
Potensi Dampak di Perkotaan
Jika terjadi gempa besar, sejumlah wilayah padat penduduk seperti Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung, hingga Sumedang berpotensi merasakan guncangan kuat. Kondisi ini bisa diperparah oleh jenis tanah endapan aluvial di Cekungan Bandung yang dikenal memperkuat efek guncangan.
Selain kerusakan bangunan, potensi lain yang dikhawatirkan adalah terganggunya infrastruktur vital seperti jalan tol, jaringan listrik, serta sistem air bersih.
Kesiapsiagaan Warga Masih Rendah
Meski ancaman nyata, tingkat kesiapsiagaan warga Bandung Raya dinilai masih rendah. Edukasi mengenai jalur evakuasi, pembangunan rumah tahan gempa, hingga kebiasaan melakukan simulasi darurat belum merata.

Baca juga: 278 Ton Beras Murah Digelontorkan Buat Warga Cimahi-KBB
“Banyak warga belum paham apa yang harus dilakukan saat gempa. Padahal kesadaran ini bisa menyelamatkan nyawa,” kata Kepala BPBD Jawa Barat.
Peran Pemerintah dan Lembaga Riset
Pemerintah daerah bersama BMKG, BPBD, dan perguruan tinggi mulai meningkatkan langkah mitigasi. Beberapa di antaranya adalah pemasangan seismograf tambahan di sekitar sesar, penyusunan peta mikrozonasi gempa, hingga sosialisasi langsung ke sekolah dan komunitas warga.
Pakar kebencanaan juga menekankan pentingnya penataan ruang yang memperhatikan peta risiko. Bangunan vital seperti rumah sakit, sekolah, dan pusat pemerintahan harus dipastikan memenuhi standar konstruksi tahan gempa.
Pelajaran dari Gempa Cianjur
Peristiwa gempa Cianjur 2022 menjadi pengingat bahwa gempa bumi bisa menimbulkan korban besar bila kesiapan minim. Dengan skala lebih kecil saja, gempa itu menelan ratusan korban jiwa dan merusak puluhan ribu bangunan.
“Jangan sampai Bandung Raya mengulang tragedi serupa. Mitigasi harus dimulai dari sekarang,” tegas seorang aktivis kebencanaan.
Harapan ke Depan
Potensi gempa dari Sesar Lembang tidak bisa dihindari, tetapi dampaknya dapat diminimalisasi dengan kesiapsiagaan, edukasi, dan penataan ruang yang tepat. Kesadaran kolektif antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi ancaman bencana ini.







