Cimahi – Praktik pinjaman uang dengan bunga tinggi yang dikenal sebagai bank emok masih marak di sejumlah wilayah, termasuk Kota Cimahi. Skema pinjaman ini kerap menjebak masyarakat, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah, dalam jerat utang yang sulit dilunasi.
Tak sedikit warga yang akhirnya harus kehilangan barang berharga, tertekan secara psikologis, bahkan terlibat konflik keluarga akibat beban cicilan yang membengkak.
Wali Kota Perkenalkan Solusi Alternatif
Untuk memutus mata rantai praktik bank emok, Wali Kota Cimahi menggagas Koperasi Merah Putih sebagai solusi keuangan berbasis kebersamaan dan gotong royong.
Koperasi ini menawarkan pinjaman dengan bunga rendah, proses yang lebih transparan, dan mekanisme yang berpihak pada anggota. “Kita ingin warga punya akses pembiayaan yang aman, adil, dan tidak memberatkan,” ujar Wali Kota.
Skema dan Keunggulan Koperasi Merah Putih
Berbeda dengan bank emok yang cenderung menjerat, Koperasi Merah Putih memberikan pinjaman dengan bunga yang terjangkau dan jangka waktu pembayaran yang disesuaikan dengan kemampuan anggota.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5221344/original/062960500_1747320153-WhatsApp_Image_2025-05-15_at_13.08.37.jpeg)
Baca juga: Resah Pedagang Ayam Potong Cimahi Terjepit Lapak Liar Jalanan
Selain itu, koperasi ini juga mengedepankan program pemberdayaan ekonomi seperti pelatihan usaha, manajemen keuangan keluarga, dan pendampingan usaha kecil.
Dukungan Pemerintah Kota
Pemkot Cimahi akan memberikan dukungan penuh terhadap operasional Koperasi Merah Putih, mulai dari legalitas, pembinaan, hingga akses permodalan awal. Dinas terkait juga akan melakukan sosialisasi masif ke kelurahan dan RW agar masyarakat mengetahui dan memanfaatkan fasilitas ini.
Harapan Wali Kota untuk Warga
Wali Kota mengajak masyarakat untuk beralih dari pinjaman berbunga tinggi menuju sistem koperasi yang sehat. “Kalau kita kompak dan saling percaya, koperasi bisa menjadi benteng ekonomi warga dari jeratan rentenir,” tegasnya.
Dengan adanya Koperasi Merah Putih, diharapkan tingkat ketergantungan warga pada bank emok menurun drastis, sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.







