Cimahi – Kota Cimahi dikenal dengan udara malamnya yang dingin menusuk, terutama di wilayah dataran tinggi. Namun di balik suasana sejuk itu, terselip sebuah kisah tentang Sukarji, pria paruh baya yang belakangan ramai diperbincangkan warga lantaran “kebohongan kecil” yang ia tutupi, meski setiap malam tubuhnya berselimut udara dingin.
Hidup di Balik Kesederhanaan
Sukarji, warga asli Cimahi, dikenal sebagai sosok sederhana yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang kecil di pasar tradisional. Kepada tetangga dan kerabat, ia kerap menampilkan diri seolah hidupnya cukup dan tak pernah kekurangan.
Namun kenyataannya, Sukarji tinggal di rumah sempit yang hanya berdinding bilik. Saat malam tiba, udara dingin Cimahi yang bisa turun hingga belasan derajat seakan menusuk tulang. Ironisnya, Sukarji sering berpura-pura baik-baik saja.
“Dia sering bilang rumahnya hangat, padahal kami tahu, tiap malam dia hanya beralaskan tikar tipis dan tanpa selimut tebal,” ujar seorang tetangganya.
Kebohongan yang Menyentuh
Kebohongan Sukarji bukan untuk menipu, melainkan untuk menutupi rasa malu. Ia tidak ingin orang lain merasa kasihan atau membicarakan kondisinya. Baginya, menjaga martabat jauh lebih penting daripada mengeluh.
“Kalau saya cerita terus soal kesulitan, orang malah bosan dengar. Jadi saya bilang saja saya nyaman, walaupun kedinginan tiap malam,” kata Sukarji dengan senyum tipis.
Sikapnya inilah yang membuat banyak warga justru merasa terenyuh. Mereka melihat bagaimana Sukarji berusaha tegar menghadapi kerasnya hidup di tengah udara malam Cimahi yang membekukan.

Baca juga: Hasil Tes Kesehatan Mata Buruk, Siswa SMP di Cimahi Dilarang Bawa HP
Suara Warga untuk Sukarji
Beberapa warga mulai tergerak untuk membantu. Ada yang memberikan selimut tebal, ada pula yang sesekali mengajaknya makan bersama. Meski awalnya menolak, akhirnya Sukarji menerima dengan hati lapang.
“Pak Sukarji orangnya baik, tidak pernah merepotkan. Justru dia sering bantu tetangga, padahal dirinya sendiri banyak kekurangan,” ungkap salah seorang warga.
Makna di Balik Kisah
Kisah Sukarji seakan mengingatkan bahwa di balik kesejukan udara Cimahi, masih ada warga yang bergulat dengan kesederhanaan. Kebohongan kecil yang ia simpan bukanlah bentuk penipuan, melainkan upaya menjaga harga diri.
Malam-malam dingin Cimahi akan terus datang, tapi ketulusan hati warga sekitar membuat Sukarji tak lagi berselimutkan dingin semata. Ia kini berselimutkan kepedulian dan solidaritas.







