Cimahi – Pemerintah Kota Cimahi terus menggenjot pembangunan bunderan (bundaran) di depan kompleks Pemkot Cimahi sebagai salah satu langkah strategis untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan pusat kota. Proyek ini ditargetkan rampung sesuai jadwal agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cimahi, Ir. Hendra Setiawan, mengungkapkan bahwa progres pembangunan telah mencapai sekitar 60 persen per Agustus 2025. Saat ini, pekerjaan fokus pada pembentukan struktur bundaran, penataan jalur lalu lintas, serta pemasangan median jalan yang lebih rapi dan ramah pengguna.
Solusi untuk Titik Macet Kronis
Kawasan di depan Pemkot Cimahi selama ini menjadi salah satu titik macet terparah, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja. Pertemuan beberapa ruas jalan utama membuat arus kendaraan sering tersendat.
“Dengan adanya bunderan, arus kendaraan akan lebih teratur, putaran arah jadi lebih mudah, dan risiko antrean panjang bisa dikurangi,” kata Hendra.
Selain itu, desain bundaran juga mengacu pada prinsip traffic calming untuk menekan potensi kecelakaan lalu lintas di area tersebut.

Baca juga: Cegah Warga Terjerat Bank Emok, Wali Kota Cimahi: Koperasi Merah Putih Jadi Solusi
Penataan Estetika Kota
Tak hanya berfungsi sebagai pengatur lalu lintas, bundaran ini juga akan menjadi landmark baru Cimahi. Rencananya, bagian tengah bundaran akan dipercantik dengan taman kota, pencahayaan artistik, dan ornamen yang merepresentasikan identitas Cimahi sebagai Kota Tentara dan Kreatif.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menyebutkan bahwa penataan estetika merupakan bagian dari upaya menjadikan pusat kota lebih menarik bagi warga maupun pengunjung.
“Kita ingin masyarakat tidak hanya merasakan manfaat dari kelancaran lalu lintas, tetapi juga merasa nyaman dengan wajah baru pusat kota,” ujarnya.
Minimalkan Gangguan Selama Proyek
Pemerintah bekerja sama dengan Dinas Perhubungan untuk mengatur rekayasa lalu lintas sementara, seperti pengalihan jalur dan penempatan petugas di titik-titik rawan macet. Papan informasi juga dipasang agar pengendara dapat menyesuaikan rute sejak jauh hari.
Hendra menegaskan bahwa pihak kontraktor diinstruksikan bekerja sesuai standar keselamatan kerja dan meminimalkan debu serta kebisingan.
Dampak Positif yang Diharapkan
“Pembangunan infrastruktur seperti ini adalah investasi jangka panjang untuk kenyamanan dan kemajuan kota,” tutup Wali Kota.







